Subscribe di sini

Showing posts with label anggota tubuh. Show all posts
Showing posts with label anggota tubuh. Show all posts

Tuesday, 24 July 2018

*R A H A S I A S U J U D​ ​K E T I K A S H O L A T*


*RAHASIA  SUJUD​  ​KETIKA  SHOLAT*

1.    *Sujud* melibatkan 5 anggota badan yang bertumpu pada bumi, 
yaitu :​
-         dahi,
-         hidung,
-         kedua telapak tangan,
-         lutut, dan
-         kedua ujung kaki (jari).

2.    ​*Sujud adalah konsep*:​
-         merendahkan diri,
-         memuji Allah SWT, dan
-         memohon segala macam hajat kepada Allah swt.

3.    ​*Sekaligus, mengikis sifat tercela*:​ 
                                             
-         riya,
-         sombong, 
-         ujub, dan
-         takabur dan lain-lain.

4.    ​*Dr Fidelma O'Leary, Phd Neuroscience dari St Edward's University,*
          telah menjadi mu'allaf, karena mendapati fakta tentang manfaat sujud           bagi kesehatan.​

5.    ​*Dalam kajiannya* ditemukan bahwa ada beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah dan urat ini hanya dimasuki darah ketika manusia bersujud.​

6.    ​*Tetapi urat saraf ini hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja,* yaitu pada waktu-2 sholat yang telah ditetapkan (subuh, zuhur, asar, maghrib dan Isya').​ SubhanAllah...​

7.    ​*Jadi, siapa yang tidak solat maka urat ini tidak menerima darah sehingga otaknya tidak berfungsi secara normal.​*

8.    ​*Salah satu indikasinya adalah timbul macam-macam gejala sosial di masyarakat yg tidak solat saat ini.​*

9.    ​*Karena letak otak di atas jantung, maka kata Prof Hembing, jantung hanya mampu menyalurkan 20% darah ke otak manusia, maka dibantu lagi dengan sujud yang lebih lama agar dapat menambah kekuatan aliran darah ke otak*.​

10.       ​*Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Rasulullah saw, supaya kita sujud berlama-lama pada raka'at terakhir.*

11.       ​*Manfaat sujud berlama-lama ini adalah untuk* :​

-         Mencegah pening,
-         Terhindar migrain,
-         Menyegarkan otak,
-         Menajamkan akal dan fikiran (lebih sensitif),
-         Melonggarkan sistem pernafasan,
-         Memperbaiki kandung rahim yang turun,
-         Menjaga dan menguatkan kedudukan
-         bayi dalam kandungan.
-         Menghindarkan kandungan sungsang dan lain lain..

             

12.       Dan yang menakjubkan, jika kita memperhatikan, bentuk saraf yang ada dalam otak kita berbentuk seperti orang yang sedang sujud...​

*SUBHANALAH*


Jangan lupa kerjakan, shalat lah yg pertama kali di pertanyakan dlm kubur.


Hal-hal yg ditakuti oleh organ2 tubuh kita


















Hal-hal yg ditakuti oleh organ2 tubuh kita.
 
    1. Ginjal : begadang
    2. Maag : dingin
    3. Paru2 : asap (rokok)
    4. Hati : lemak
    5. Jantung : Asin
    6. Pankreas : Makan terlalu kenyang (rakus)
    7. Usus : Makan tanpa pantang
    8. Mata : Komputer/Hp jarak dekat mata.
    9. Empedu : Tidak  sarapan.


  1. Sebelum terkena penyakit, Maka sayangilah tubuh anda!

😟
Karena : onderdilnya sulit diganti

Mahal ! Lagi pula belum pasti ada。

 *_Kekentalan darah_*

💢 Sharing dari Dokter Jantung :   *KEKENTALAN DARAH DLM TUBUH, BAGAIMANA BISA TERJADI?*

💦 👫 Ada satu pertanyaan:
_Mengapa kita hrs minum AIR putih yg cukup?_

💦🌏 Sebenarnya jawabannya cukup " *_mengerikan_*" tetapi karena sebuah
_pertanyaan jujur hrs dijawab dgn jujur_, maka topik tersebut bisa dijelaskan sbb:

💦👫 Kira-kira *_80%_* tubuh manusia terdiri dari *AIR*.
Malah ada beberapa bagian tubuh kita yg memiliki kadar air di atas *_80%_*.
Dua organ paling penting dgn kadar air di atas 80% adalah:
*OTAK dan DARAH*.

💦☺ *_Otak_* memiliki komponen Air sebanyak 90%,
Sementara *_Darah_* memiliki Komponen Air sebanyak 95%.

💦👫 Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah *_2 Liter sehari atau 8 Gelas Air putih_* sehari.
Jumlah di atas hrs ditambah bagi seorg *PEROKOK..!*

💦👫 Air sebanyak itu diperlukan utk mengganti cairan yg keluar dari tubuh kita lewat *_Air Seni, Keringat, Pernapasan, dan Sekres_*i.
Apa yg terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 Liter sehari..??

💦👫 Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. *_Caranya?_*

💦 Dgn jalan " *_Menghisap_*" Air dari komponen tubuh sendiri terdekat: *DARAH..!!*

💦 Darah yg dihisap Airnya akan menjadi *_Kental_*.
Akibat pengentalan Darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang *_Darah Encer._*

💦  *_Saat melewati Ginjal_*
(tempat menyaring Racun dari Darah),
Ginjal akan bekerja Extra keras menyaring Darah.

💦 Dan karena Saringan dlm Ginjal halus, tidak jarang Darah yg kental bisa menyebabkan perobekan pada *Glomerulus Ginja*l.

💦  *_Akibatnya_*,
Air Seni berwarna kemerahan, tanda mulai Bocornya saringan Ginjal.
Bila dibiarkan terus menerus,
Anda mungkin suatu saat hrs mengeluarkan  _2 jt Rupiah seminggu_ utk *_Cuci Darah_*.

💦 Bgm dgn *OTAK?*
Nah saat Darah Kental mengalir lewat Otak, perjalanannya agak tersendat.
Otak tdk lagi " *_Encer_*", krn *Sel2 Otak* adalah yg paling boros mengkonsumsi Makanan & Oksigen, ini yg mengakibatkan *STROKE...!*!


Monday, 2 October 2017

Promo bahtera di morinda

Promo bahtera morinda internasional

Program Personal Franchise Bahtera Morinda Sbb :
1. Beli Personal Franchaise cuma Rp.  3,9 jt sekali seumur hidup... ( Dpt produk sejumlah Uang)
2. Cukup tawarkan Personal Franchise anda ke 3 teman saja... ( sekali seumur hidup)
3.Minta teman anda lakukan duplikasi dalam 30 hari

Maka :
1. Setiap bulan dikirim produk kerumah anda sebesar 1 sd 3 jt.
2. Income dari bulan 1 sd 12 total 1,5 M... Setelah itu 1 M tiap bulan.



Catatan :
1. Tidak ada jual produk, pakai aja sendiri
2. Tidak ada beli produk ulang
3. Lakukan secara gotong royong... Klau lebih 3 orang maka bantu ke bawah....semua saling bantu...!!
Info lebih lanjut  hubungi hp/Wa 082369256845

Terima kasih

Friday, 5 February 2016

ilmu Olahraga Karate


BAB I
PENDAHULUAN


     A.    Latar Belakang


Olahraga sebagai salah satu model karya cipta manusia yang merupakan suatu bentuk aktivitas fisik dengan berbagai dimensi yang kompleks. Keterkaitan antara kegiatan berolahraga dengan keberadaan manusia adalah suatu hal yang tidak dipisahkan. Berawal dari gerak dan bergerak manusia selanjutnya dikembangkan menjadi perilaku yang bermakna dan memiliki tujuan tertentu. adapun bentuknya jika dihubungkan dengan perilaku manusia, maka tujuannya akan menjadi luas dan dalam. Hal ini karena manusia memiliki berbagai potensi dan kelebihan dibanding dengan mahluk lain.

Oleh sebab itu olahraga perlu semakin ditingkatkan dan dimasyarakatkan sebagai salah satu cara untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolah-ragakan masyarakat. Untuk itulah perlu ditingkatkan penyediaan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kegiatan berolahraga, termasuk para pendidik, pelatih dan pembina.


Karate sebagai salah satu cabang olah raga prestasi, tak luput dari perkembangan IPTEK Olahraga, meski belum bisa dilakukan secara menyeluruh tentang IPTEK olah raga ini, masih banyaknya kendala yang ditemui, sebagai contoh misalnya belum meratanya penyebaran IPTEK Olah raga baik ke tingkat Pengda Forki maupun Perguruan, sehingga masih banyaknya metode konfensional yang masih terpaku dengan sistem pembinaan yang tradisional bahkan sangat fanatik dengan sistem yang ortodok .

 Sistem tradisional yang masih kental terasa adalah pada sistem latihan yang tidak berpegang pada prinsip - prinsip dasar olah raga prestasi dengan benar. Tidak jarang seorang pelatih ingin menambah porsi latihan anak didiknya dengan menambah durasi latihan, tanpa memperhatikan kualitas latihan, intensitas, skill kontrol dan lain-lain, sehingga hasil yang didapat dari latihan kurang nyata keberhasilannya.

Untuk itu, dalam makalah ini penulis bermaksud untuk membahas tentang analisis cabang olahraga karate yang mecakup tentang komponen - komponen fisik yang mendukung dalam cabang olahraga karate, gerak dominan  yang dilakukan dalam olahraga karate, otot - otot yang terlibat dalam melakukan gerakan dan juga metode latihan yang akan diterapkan untuk meningkatkan potensi atlet dalam olahraga tersebut.

Setiap nomor pertandingan karate harus didukung dengan kondisi fisik yang prima. Penting nya kondisi fisik bagi karateka saat betanding baik secara teoritis maupun secara empiris tidak dapat disangkal lagi. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Harsono (1988 : 153) bahwa, “Sukses dalam olahraga sering menuntut keterampilan yang sempurna dari kondisi fisik dalam meningkatkan prestasi atlet.

Kondisi fisik dipandang sebagai hal yang fundamental bagi atlet, karena tanpa dukungan kondisi fisik yang prima maka pencapaian prestasi maksimal akan sulit terwujud. Karate adalah cabang olahraga dengan gerakan kompleks, maka dibutuhkan beberapa komponen kondisi fisik.


B.     Rumusan Masalah


     1.      Apa pengertian Olahraga Karate?

     2.      Apasajakah faktor Pengurangan Performa Atlet Karate?

     3.      Bagaimana cara peningkatan spiritual atlet karate?


C.     Tujuan masalah


     1.      Mengetahui pengertian Olahraga Karate

     2.      Mengetahui faktor Pengurangan Performa Atlet Karate

     3.      Mengetahui cara peningkatan spiritual atlet karate

  


BAB II

PEMBAHASAN


    I.     Karate

               a.       Pengertian Karate


Karate adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa. Seni bela diri ini pertama kali disebut "Tote” yang berarti seperti “Tangan China”. Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang.Karate terdiri dari atas dua kanj, yang pertama adalah ‘Kara’ dan berarti ‘kosong’ dan yang kedua, ‘te’, berarti ‘tangan'. Dan jika dua kanji tersebut disatukan maka artinya “tangan kosong”.


Di negara Jepang, organisasi yang mewadahi olahraga Karate seluruh Jepang adalah JKA. Adapun organisasi yang mewadahi Karate seluruh dunia adalah WKF (dulu dikenal dengan nama WUKO - World Union of Karatedo Organizations). Ada pula ITKF (International Traditional Karate Federation) yang mewadahi karate tradisional. Adapun fungsi dari JKF dan WKF adalah terutama untuk meneguhkan Karate yang bersifat "tanpa kontak langsung", berbeda dengan aliran Kyokushin atau Daidojuku yang "kontak langsung".

Karate sendiri masuk ke Indonesia pada tahun 1963 yang dibawa oleh para mahasiswa Indonesia yang baru pulang dari studi di Jepang. Para mahasiswa ini kemudian membentuk perkumpulan karate yang bernama Persatuan Olahraga Karate-Do Indonesia (PORKI). Kini nama PORKI diganti menjadi FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia).

Teknik - teknik dasar karate terdiri dari gerakan memukul, menendang dan menangkis dengan pusat perkenaan antara bagian tubuh dengan sasaran antara lain yaitu kepalan tangan, sisi telapak tangan, ujung telapak kaki dan sisi telapak kaki.

Teknik dasar karate terbagi tiga yaitu :

1.     Kihon, yaitu latihan teknik-teknik dasar karate seperti teknik memukul, menendang dan menangkis. Teknik Kihon berupa tendangan dan pukulan saja (sabuk putih). Bila telah masuk ke sabuk cokelat, diajarkan tehnik membanting dan dibanting. Dan jika telah masuk sabuk hitam, dianggap sudah menguasai Kihon.

2.     Kata, yaitu latihan jurus atau rangkaian dari Kihon (teknik dasar gerakan karate) yang digabung menjadi satu. Dalam Kata diajarkan cara-cara bertarung yang baik dan benar. Setiap gerakan dan pernapasan akan berbeda-beda dalam setiap Kata.

3.     Kumite, yaitu latihan bertarung satu lawan satu atau sparring. Teknik kumite diajarkan saat memasuki sabuk tingkat lanjut yaitu sabuk biru keatas.



               b.    Analisa Gerak


                       Kondisi Fisik Pendukung


Setiap nomor pertandingan karate harus didukung dengan kondisi fisik yang prima. Penting nya kondisi fisik bagi karateka saat betanding baik secara teoritis maupun secara empiris tidak dapat disangkal lagi. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Harsono (1988 : 153) bahwa, “Sukses dalam olahraga sering menuntut keterampilan yang sempurna dari kondisi fisik dalam meningkatkan prestasi atlet.

Kondisi fisik dipandang sebagai hal yang fundamental bagi atlet, karena tanpa dukungan kondisi fisik yang prima maka pencapaian prestasi maksimal akan sulit terwujud. Karate adalah cabang olahraga dengan gerakan kompleks, maka dibutuhkan beberapa komponen kondisi fisik. 


    II.  Faktor Pengurangan Performa Atlet Karate


Melakukan kegiatan olahraga, baik itu yang hanya berupa permainan dengan teman-teman hingga menjadi seorang atlet profesional akan memberikan banyak manfaat bagi anda. Mulai dari dapat meningkatkan kesehatan jantung sampai dengan meningkatkan rasa percaya diri - olahraga benar-benar akan berdampak pada kehidupan anda secara signifikan.

Berdasarkan apa yang disampaikan oleh para ahli dalam bidang olahraga, Gaya Hidup merangkum bahwa keberhasilan seseorang dalam olahraga yang ditekuninya sangat tergantung dari berbagai faktor, baik itu mental maupun fisik. Faktor-faktor yang mempengaruhi performa dalam olahraga adalah:

1.               Kapasitas Kardiovaskular


Otot yang dapat anda lihat bukanlah satu-satunya otot yang mempengaruhi performa anda dalam olahraga Karate. Jantung yang merupakan bagian dari sistem kardiovaskular anda adalah sangat krusial, karena itu yang memastikan darah yang mengandung oksigen dapat mencapai otot-otot yang ada di seluruh tubuh anda.
Otot yang tetap mendapat pasokan oksigen secara lancar akan menunjukkan kinerja yang maksimal dalam berlari, melompat, dan melempar. Untuk melatih kardiovaskular anda, lakukan latihan kardio seperti berlari, berenang, aerobik, bahkan menari
 2.               Percaya Diri


Menanamkan rasa percaya diri, baik itu terhadap kemampuan diri sendiri maupun terhadap teman-teman dalam satu tim adalah hal yang sangat vital dalam olahraga. Memiliki keyakinan akan memberikan sikap yang positif serta membantu anda dalam memvisualisasikan dan mencapai kesuksesan. Menurut Jim Taylor, Ph.D, kepercayaan diri adalah faktor mental yang paling penting dalam olahraga, sehingga anda harus benar-benar menanamkan hal ini. Jika dari awal anda sudah tidak yakin dapat mengalahkan lawan atau memberikan kemampuan yang maksimal, maka besar kemungkinannya pikiran negatif itu akan terbukti nyata.

3.               Berpikir Strategis 

Seperti telah anda ketahui, banyak sekali jenis-jenis olahraga yang sebenarnya lebih mementingkan kemampuan mental daripada hanya sekedar kemampuan fisik. Karena itu, berpikir strategis juga merupakan faktor yang sangat penting untuk menentukan sebuah keberhasilan. Berpikir strategis berarti  anda mengerti bagaimana cara berinteraksi dengan teman satu tim maupun pemain lawan. Dengan begini anda akan tau bagaimana cara mengantisipasi setiap pergerakan maupun cara mengembangkan permainan yang akan meningkatkan peluang anda untuk dapat memenangkan pertandingan.


4.               Kontrol Emosi


Pada suatu pertandingan bela diri, seorang atlet harus berjuang sendiri dalam meredakan maupun membangkitkan emosinya, serta mengendalikannya dengan baik pada saat bertanding karena banyak kegagalan yang akan dialami oleh seorang atlet yang disebabkan atlet tersebut tidak dapat memanfaatkan dan mengontrol perubahan emosi yang terjadi pada dirinya.


Emosi dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan mental yang merujuk pada perasaan atau pikiran yang menimbulkan kecenderungan pada diri seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Emosi yang merupakan kondisi sadar yang muncul pada diri seseorang akibat adanya interaksi dengan lingkungan berhubungan dengan proses-proses fisiologis pada diri orang tersebut. Manifestasinya dapat terlihat misalnya dengan timbulnya emosi agresif, menghindar, atau senang. 

          Kestabilan emosi dapat diartikan sebagai kondisi emosi yang mantap, dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitarnya, sehingga tidak menimbulkan gangguan emosional seperti cemas atau tertekan. Kestabilan emosi juga dapat dikatakan sebagai suatu kecenderungan pada diri seseorang untuk dapat mengendalikan respon emosionalnya, sehingga tidak terpengaruh oleh keadaan di luar dirinya.


Seseorang yang mengikuti latihan karate dapat dipengaruhi oleh adanya faktor keinginan dari dalam dirinya sendiri maupun dari luar dirinya. Faktor dari dalam diri sendiri dapat muncul karena adanya keinginan untuk dapat melindungi diri sendiri dan melindungi orang di sekitarnya. Faktor dari luar diri misalnya adanya pengaruh dari orang tua dan teman-teman. Namun, seorang karateka yang pada awalnya berlatih karate karena adanya keinginan dari luar dirinya bukan berarti tidak dapat mempertahankan eksistensinya di bidang karate. Sebaliknya, mereka juga dapat berprestasi dan tetap eksis untuk jangka waktu yang lama, tidak jauh berbeda dengan karateka yang berlatih karate karena keinginannya sendiri.


Sebelum bertanding, persiapan yang dilakukan oleh seorang atlet karate terdiri dari persiapan fisik dan mental. Persiapan fisik dilakukan dengan melatih fisik dan teknik bertanding, sedangkan persiapan mental dilakukan dengan berlatih tanding dengan teman atau sparring partner. Persiapan mental juga dapat didukung oleh doa. Pertandingan karate, terutama pertandingan kumite merupakan pertandingan olah raga yang tidak terukur, artinya bahwa keberuntungan dianggap berpengaruh, sehingga doa menjadi suatu hal yang penting dan mempengaruhi mental seorang atlet.


5.               Kecemasan Bertanding


Kecemasan Bertanding merupakan suatu kekhawatiran terhadap sesuatu yang tidak diinginkan akan terjadi pada diri seseorang. Anshel (dalam Satiadarma, 2000) mengungkapkan bahwa kecemasan adalah reaksi emosi terhadap suatu kondisi yang mengancam. Weinberg dan Gould (dalam Satiadarma, 2000) mendefinisikan kecemasan sebagai suatu keadaan emosi negatif yang ditandai oleh adanya perasaan khawatir, was-was, dan disertai dengan peningkatan gugahan sistem faal tubuh. Greist (dalam Gunarsa, 1996) secara lebih jelas merumuskan kecemasan sebagai suatu ketegangan mental yang biasanya disertai dengan gangguan tubuh yang menyebabkan individu bersangkutan merasa tidak berdaya dan mengalami kelelahan, karena senantiasa harus berada dalam keadaan was-was terhadap ancaman bahaya yang tidak jelas. Berdasarkan pengertian di atas, kecemasan secara umum merupakan keadaan emosi negatif dari suatu ketegangan mental yang ditandai dengan perasaan khawatir, was-was dan disertai dengan peningkatan gugahan sistem faal tubuh, yang menyebabkan individu merasa tak berdaya dan mengalami kelelahan. Satiadarma (2000) menjelaskan bahwa di dalam dunia olahraga, kecemasan (anxiety), gugahan (arousal) dan stres (stress) merupakan aspek yang memiliki kaitan yang sangat erat satu sama lain sehingga sulit dipisahkan. Kecemasan dapat menimbulkan aktivasi gugahan pada susunan saraf otonom, sedangkan stres pada derajat tertentu menimbulkan kecemasan dan kecemasan menimbulkan stres.


    III.             Cara Peningkatan Spiritual Atlet Karate


              §  . Konsentrasi


Konsentrasi merupakan suatu keadaan di mana kesadaran seseorang tertuju kepada suatu obyek tertentu dalam waktu tertentu. Makin baik konsentrasi seseorang, maka makin lama ia dapat melakukan konsentrasi. Dalam olahraga, konsentrasi sangat penting peranannya. Dengan berkurangnya atau terganggunya konsentrasi atlet pada saat latihan, apalagi pertandingan, maka akan timbul berbagai masalah.


Dalam karate, masalah yang paling sering timbul akibat terganggunya konsentrasi adalah berkurangnya akurasi tendangan sehingga tidak mengenai sasaran. Akibat lebih lanjut jika akurasi berkurang adalah strategi yang sudah dipersiapkan menjadi tidak jalan, sehingga atlet akhimya kebingungan, tidak tahu harus bermain bagaimana dan pasti kepercayan dirinya pun akan berkurang. Untuk menghindari keadaan tersebut, perlu dilakukan latihan berkonsentrasi


              §   Berpikir Positif


Berpikir positif dimaksudkan sebagai cara berpikir yang mengarahkan sesuatu ke arah positif, melihat segi baiknya. Hal ini perlu dibiasakan bukan saja oleh atlet, tetapi terlebih-lebih bagi pelatih yang melatihnya. Dengan membiasakan diri berpikir positif, maka akan berpengaruh sangat baik untuk menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan motivasi, dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.


              §  Komunikasi


Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi dua arah, khususnya antara atlet dengan pelatih. Masalah yang sering timbul dalam hal kurang terjalinnya komunikasi yang baik antara pelatih dengan atletnya adalah timbulnya salah pengertian yang menyebabkan atlet merasa diperlakukan tidak adil, sehingga tidak mau bersikap terbuka terhadap pelatih. Akibat lebih jauh adalah berkurangnya kepercayaan atlet terhadap pelatih.

Untuk menghindari terjadinya hambatan komunikasi, pelatih perlu menyesuaikan teknik-teknik komunikasi dengan para atlet seraya memperhatikan asas individual. Keterbukaan pelatih dalam hal pogram latihan akan membantu terjalinnya komunikasi yang baik, asalkan dilakukan secara objektif dan konsekuen. Atlet perlu diberi pengertian tentang tujuan program latihan dan fungsinya bagi tiap-tiap individu.


              §  Penetapan Sasaran


Penetapan sasaran (goal setting) merupakan dasar dan latihan mental. Pelatih perlu membantu setiap atletnya untuk menetapkan sasaran, baik sasaran dalam latihan maupun dalam pertandingan. Sasaran tersebut mulai dan sasaran jangka panjang, menengah, sampai sasaran jangka pendek yang lebih spesifik.

Untuk menetapkan sasaran, ada tiga syarat yang perlu diingat agar sasaran itu bermanfaat, yaitu:


          a. Sasaran harus menantang.


Sasaran yang ditentukan harus sedemikan rupa, sehingga atlet merasa tertantang untuk dapat mencapai sasaran tersebut.


          b. Sasaran harus dapat dicapai.


Buatlah sasaran itu cukup tinggi, akan tetapi tidak terlalu tinggi. Atlet harus merasa bahwa sasaran yang ditetapkan itu dapat tercapai jika ia berusaha keras. Jika sasaran terlalu tinggi, sehingga atlet merasa mustahil dapat mencapainya, maka motivasi berlatihnya akan menurun. Demikian pula, jika sasaran tersebut terlalu mudah untuk dapat dicapai, maka atlet merasa tidak perlu berlatih keras karena ia akan dapat mencapai sasaran tersebut.


          c. Sasaran harus meningkat.


Mulai dari sasaran yang relatif rendah, kemudian buatlah sasaran tersebut makin lama makin tinggi, semakin sulit tercapainya jika atlet tidak berlatih keras. Dalam setiap latihanpun biasakanlah selalu ada sasaran yang harus dicapai. Dan target yang bersifat umum, lalu uraikan lagi secara lebih spesifik. Dan target untuk suatu kompetisi jangka panjang, uraikan menjadi target atau sasaran jangka pendek, sampai target untuk setiap latihan. Sasaran yang ditetapkan tersebut, hendaknya juga ditetapkan kapan harus tercapainya, dan bagaimana pula cara mengukumya atau apa ukurannya secara objektif. Sedapat mungkin, buatkan grafik pencapaian sasaran tersebut agar terlihat jelas arah dan peningkatannya.










DAFTAR PUSTAKA


Drs. Rahman Situmeang, M.Pd, 2010. KARATE, Medan : FIK UNIMED.


Drs. Harsono, M.Sc. COACHING Dan Aspek - Aspek Psikologi Dalam Coaching.


Sudirman, 2008. Kontribusi Kemampuan Split, Kecepatan Reaksi Kaki, dan Keseimbangan Terhadap Kecepatan Maegeri Chudan Pada Karateka INKADO di Kota Makassar, Makassar : FIK UNM.


Sahrun, 2007. Efek Latihan Push Up Terhadap Frekuensi Pukulan Jodan Tsuki dan Tangkisan Age Uke Pada Cabang Olah Raga Karate, Semarang : FIK UNNES.


Ariandi Witara, 2008. Pengaruh Kondisi Fisik dan Agresivitas Terhadap Performance Olahragawan Pada Pertandingan Karate Nomor Kumite, Semarang : FIK UNNES.


Rosi H. Kramatmadja, 2009. Prinsip – Prinsip Dasar Latihan Karate, Jakarta.


killianflexionexc.blogspot.com/.../penatalaksanaan-fisioterapi-pada-cedera.html –


duniaebook.net/pdf/prinsip-latihan-kondisi-fisik.html –


jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/1520814.pdf








Tuesday, 2 February 2016

RANCANGAN QANUN TENTANG KAWASAN BEBAS ROKOK DI RUMAH SAKIT


RANCANGAN QANUN
TENTANG
KAWASAN BEBAS ROKOK DI RUMAH SAKIT









BADAN LEGISLASI
DPRA
2015



RANCANGAN QANUN PROVINSI ACEH
NOMOR … TAHUN …
TENTANG
KAWASAN BEBAS ROKOK
DI RUMAH SAKIT
GUBERNUR ACEH

Menimbang:
a.       Bahwa guna meningkatkan kesehatan masyarakat dan pasien rumah sakit, diperlukan kesadaran, kemauan, dan kemampuan oleh masyarakat untuk senantiasa membiasakan hidup sehat.
b.       Bahwa merokok dapat menyebabkan terganggunya atau menurunnya kesehatan masyarakat baik perokok maupun yang bukan perokok.
c.       Bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 28H ayat (1) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Undang undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Undang-Undang Republik Indonesia No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Intruksi Menteri Kesehatan No 84/MenKes/inst/II/2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Tempat Kerja dan Sarana Kesehatan maka lingkungan rumah sakit wajib mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok;
d.      Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, dan huruf c perlu membentuk Undang-undang  tentang Kawasan Tanpa Rokok.
Mengingat :
1.      Pasal 28H ayat (1) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
2.      Undang undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
3.      Undang-Undang Republik Indonesia No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
4.      Intruksi Menteri Kesehatan No 84/MenKes/inst/II/2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Tempat Kerja dan Sarana Kesehatan.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan: RANCANGAN QANUN TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK
Pertama        : Menetapkan Rancangan Qanun Kawasan Bebas Asap Rokok di Rumah Sakit pada setiap wilayah provinsi Aceh.
Kedua          : Ketetapan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dengan ketentuan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini akan diadakan pembetulan sebagai perbaikan.



BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:
1.      Pimpinan adalah Gubernur Provinsi Aceh.
2.      Provinsi adalah provinsi Aceh.
3.       Orang adalah orang perorangan atau lembaga, baik yang berbentuk badan hukum maupun tidak berbentuk badan hukum.
4.      Tim Pemantau Kawasan Tanpa Rokok adalah pegawai Rumah Sakit dan/atau individu yang ditunjuk oleh Kepala Pimpinan Rumah Sakit dan mempunyai tugas untuk membina dan mengawasi pelaksanaan kegiatan perlindungan bagi masyarakat bukan perokok
5.       Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman bicotiana tobacum, nicotiana rustica dan spesies lainnya atau sintesisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan.
6.      Kawasan Tanpa Rokok adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan produksi, penjualan, iklan, promosi dan/atau penggunaan rokok.
7.      Kawasan Terbatas Merokok adalah tempat atau area dimana kegiatan merokok hanya boleh dilakukan di tempat khusus yang disediakan.

BAB II
KAWASAN TANPA ROKOK
Pasal 2
Seluruh Rumah Sakit di Provinsi Aceh merupakan kawasan tanpa rokok
Pasal 3
Setiap orang yang berada dalam Kawasan Tanpa Rokok dilarang melakukan kegiatan :
a. memproduksi atau membuat rokok;
b. menjual rokok;
c. menyelenggarakan iklan rokok;
d. mempromosikan rokok; dan/atau
e. menggunakan rokok.
Pasal 4
1. Pimpinan kepala Rumah Sakit menetapkan ruang terbuka di sekitaran Rumah Sakit sebagai Kawasan Terbatas Merokok.
2. Setiap orang yang berada di Kawasan Terbatas Meroko dilarang merokok kecuali di
tempat khusus yang disediakan untuk merokok.
Pasal 5
1.  Pimpinan atau penanggungjawab Kawasan Terbatas Merokok wajib menyediakan
tempat khusus untuk merokok.
2. Tempat khusus untuk merokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi
ketentuan :
1. terpisah dengan ruangan atau area yang dinyatakan sebagai tempat dilarang
merokok;
2. dilengkapi dengan alat penghisap udara;
3. memiliki sistem sirkulasi udara yang memadai:
4. dipasang gambar atau tulisan bahaya merokok
Pasal 6
1. Pimpinan atau penanggung jawab Kawasan Tanpa Rokok sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2 wajib membuat dan memasang tanda/petunjuk/peringatan larangan dan bahaya merokok.
2. Pimpinan atau penanggung jawab Kawasan Terbatas Merokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 atau Pasal 5 wajib membuat dan memasang tanda/petunjuk/peringatan larangan
merokok dan tanda/petunjuk ruangan boleh merokok.
3. Pimpinan atau penanggung jawab Kawasan Tanpa Rokok maupun Kawasan Terbatas
Merokok wajib memberikan teguran dan peringatan kepada setiap orang yang melanggar
ketentuan Pasal 3, Pasal 4 atau Pasal 5.
BAB III
PERAN RUMAH SAKIT DAN MASYARAKAT
Pasal 7
1. Masyarakat dan Rumah Sakit dapat berperan serta dalam mewujudkan Kawasan
Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok di Daerah.
2. Peran serta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) 
dapat dilakukan dengan cara :
1. memberikan sumbangan pemikiran dan pertimbangan berkenaan dengan
penentuan kebijakan yang terkait dengan Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas
Merokok;
2.  ikut serta dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan serta penyebarluasan
informasi kepada masyarakat luas.
3. menegur setiap orang yang melanggar ketentuan Pasal 3 atau Pasal 4;
4. melaporkan kepada pimpinan/penanggungjawab Kawasan Tanpa Rokok dan
Kawasan Terbatas Merokok dalam hal terdapat orang yang terbukti melanggar ketentuan Pasal 3
atau Pasal 4.



BAB IV
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
Pasal 8
1. Pimpinan Kepala Rumah Sakit berwenang melakukan pembinaan dan pengawasan pada
Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok.
2.  Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa bimbingan dan
penyuluhan kepada masyarakat dan pimpinan/penanggung jawab
Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok.
Pasal 9
Dalam rangka pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pimpinan Kepala Rumah Sakit dapat membentuk Tim Pemantau Kawasan Tanpa Rokok.

BAB V
SANKSI ADMINISTRASI
Pasal 10
1.  Setiap orang yang melanggar ketentuan Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 atau Pasal 6 dikenakan
sanksi administrasi berupa :
1. teguran lisan;
2.  peringatan tertulis;
3. penghentian sementara kegiatan;
4. pencabutan izin; dan/atau
5. denda paling sedikit  Rp.1.000.000,-
2.  Denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus disetorkan ke Kas Negara

BAB VI
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 11

Undang-undang ini mulai berlaku efektif setelah dibangun tempat khusus untuk merokok pada
tahun sejak tanggal ditetapkan.


Ditetapkan di Provinsi Aceh
Pada tanggal


GUBERNUR ACEH


Diundangkan di Aceh
pada tanggal ………

SEKRETARIS DAERAH

PROVINSI ACEH

Kumpulan ceramah ustadz Abdul Somad Lc Ma

Berikut video ceramah ustadz Abdul Somad Lc Ma Semoga menjadi motivasi dan bermanfaat  Hukum membaca Al-Qur'an digital di hp tanpa berwu...