Subscribe di sini

Showing posts with label aceh. Show all posts
Showing posts with label aceh. Show all posts

Tuesday, 2 February 2016

SUMPAH KERAJAAN ACEH

SUMPAH KERAJAAN ACEH

Aceh yang dulu bersikap damai dalam diplomasinya dengan Belanda, kini Belanda datang sebagai gelombang yang ingin menghempas dan membuat Aceh basah kuyup dengan hempasannya. Namun, aceh mengambil tindakan penolakan terhadap belanda akan menghadapinya dengan jantan. ribuan rakyat Aceh sudah mengasah pedang dan rencong, mereka berjaga-jaga di sepanjang pantai mulai dari Ulee Lheue sampai Kuala Tari. Sementara di kejauhan di tengah Selat Malaka, beberapa kapal berbendera Belanda melepaskan jangkar. Namun mereka tak berani merapat ke daratan. Hanya dua pria berseragam militer yang turun ke darat dengan sebuah sekoci dayung.

Prajurit belanda 1 dan 2   : mambawa bendera putih.

teungku dan wisnu  : mau apa kalian kemari..?
Prajurit 1             : geven deze aan de sultan koninkrijk…!(berikan ini kepada sultan kerajaan)
teungku                 : wisnu, apa yang dia katakan?
wisnu                    : entahlah teungku,  sayapun tak mengarti.
teungku                 : hei orang holanda apa yang kalian katakan?
Prajurit 1              : sulthan….. sulthan…. Sulthan…. (sambil memperlihatkan surat yang berada di tangannya)

        Kedua pemuda aceh tersebut akhirnya mengerti maksud para prajurit belanda.

Teungku                : (mengambil surat tersebut dari tangan prajurit belanda) wisnu, sekarang saya telah mengerti maksud mereka. Sebaiknya kau bawa surat ini ke sultan kerajaan, biarlah saya menjaga para prajurit holanda ini.
Wisnu                   : baiklah teungku.

Wisnu pun pergi ke kerajaan dengan menunggangi kuda. Memperhatikan laju kuda yang tak biasa itu penduduk merasa cemas mengenai desas-desus kedatangan belanda sejak sepekan lalu.

Alun-alun kerajaan

Wisnu                   : keumala, serahkan ini kepada sultan.
Keumala                 : wahai wisnu, dari manakah surat ini?
wisnu                    : itu adalah surat dari Gubernemen Hindia holanda.
Keumala                 : baikalah, kau tunggulah di sini sampai saya kembali!

        Di dalam istana, Sultan Alauddin Mahmud Syah sedang memimpin rapat bersama para wazirnya. Keumala datang.

Sultan                   : wahai keumala, apa gerangan kau hendak kemari?
Keumala                 : maafkan hamba yang mulia, tetapi hamba harus menyampaikan surat dari Gubernemen Hindia holanda ini.
Sultan                   : serahkan kepadaku surat itu keumala!.

Keumala menyerahkan surat itu kepada sultan

Sultan                   : (membaca surat)
Wazir                   : apakah isi surat itu, wahai baginda?
Sultan                   : Holanda kembali mengancam kita. Mereka terlalu congkak, sebelum Holanda itu sampai ke pesisir, siapkan penyambutan dengan meriam dan kelewang. Biar mereka tahu bahwa kita tidak sama dengan Jawa yang bisa dipermainkannya. Atas nama Allah dan nabi-Nya kita akan hadapi Holanda itu.
Wazir rama           : wahai baginda, jikalau engkau mau menerima saran hamba.
Sultan                   : apa itu wazir rama?
Wazir rama           : jawablah surat itu dengan santun namun tegas wahai baginda.
Sultan                   : (berfikir) hm… jikalau memang itulah yang terbaik, wahai wazir rama tulislah kau surat balasan untuk holanda itu yang isinya santun namun tegas.
Wazir rama           : baik baginda.

Setelah menulis surat balasan untuk belanda.

Sultan                   : keumala…!!
Keumala                 : hamba baginda.
Sultan                   : kau bawalah surat balasan ini kepada pemuda yang memberimu surat dari holanda itu, dan beritahu kepada pemuda itu untuk memberikan surat ini kepada holanda…!
Keumala                 : baik, baginda.

Alun-alun kerajaan.

Keumala                 : wahai wisnu… kau bawalah surat balasan ini kepada orang holanda.
wisnu                    : baiklah

Kembali wisnu menunggangi kuda menuju tempat orang belanda itu berada.

wisnu                    : hei orang belanda serahkan ini kepada tuanmu…!
Prajurit 2              : what zegja ?
teungku                 : wisnu, apa yang harus kukatakan ? mereka tidak mengerti.
Wisnu                   : (menyerahkan surat kepada prajurit belanda) jendral……jendral…………jendral……
Prajurit 1              : What is these?
Tengku                  : Apa yang dia katakana wisnu?
Wisnu                   : Bilang saja itu untuk jendral nyaTeungku
Prajurit 2              : Hmm….Ok..Ok..

Kemudian para prajurit belanda kembali ke kapal. Di istana,sedang berlangsung rapat,yang dihadiri oleh Sultan Alauddin Mahmud Syah, Wasir, Perwakilan ulama, dan perwakilan hulubalang.

Sultan                   : Holanda, imperialis itu akan datang menyerang kita, maka ini hari saya permaklumkan rapat kerajaan membahas sikap penentangan kita dan mengatur siasat untuk menghadapinya.
Ulama                    : yah, saya perwakilan dari para ulama,setuju dengan keputusan yang mulia
Wasir                   : saya juga setuju dengan keputusan sulthan
Ulubalang              : (sedikit ragu dengan keputusan sulthan tapi akhirnya )baiklah yang mulia bakilan saya perwakilan hulubalang juga setuju yang mulia
Perwakilan ulama    : baiklah, sebagai tanda bukti kesepakatan kita ,saya akan memimpin sumpah aceh

Ulubalang              : Demi Allah...., kami sekalian hulubalang khadam Negeri Aceh, dan sekalian kami yang ada jabatan masing-masing kadar mertabat, besar kecil, timur barat, tunong baroh, sekalian kami ini semuanya, kami tha'at setia kepada Allah dan Rasul, dan kami semua ini tha'at setia kepada Agama Islam, mengikuti Syariat Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam. Dan kami semua ini taat setia kepada raja kami dengan mengikuti perintahnya atas yang hak, dan kami semuanya cinta pada Negeri Aceh, mempertahankan dari pada serangan musuh, kecuali ada masyakkah, dan kami semua ini cinta kasih pada sekalian rakyat dengan memegang amanah harta orang yang telah dipercayakan oleh empunya milik. Maka jika semua kami yang telah bersumpah ini berkhianat dengan mengubah janji seperti yang telah kami ikral dalam sumpah kami semua ini, demi Allah kami semua dapat kutuk Allah dan Rasul, mulai dari kami semua sampai pada anak cucu kami dan cicit kami turun temurun, dapat cerai berai berkelahi, bantah dakwa-dakwi dan dicari oleh senjata mana-mana berupa apa-apa sekalipun. Wassalam...

Sultan                       : barang siapa yang mengkhianati sumpah tersebut, mereka akan dikutuk oleh Allah dan Rasul sampai kepada cucunya turun temurun

Tak lama kemudian. Seorang pria misterius datang.

Pria Misterius            : (menghadap sultan) ampun baginda, hamba ingin menyampaikan sesuatu kepada baginda.
Sultan                        : apa itu?
Pria Misterius            : maaf baginda tapi tidak disini,
Sultan                        : baiklah, kita bicara di ruang kerjaku
Pria Misterius            : terimah kasih baginda.

Kemudian sulthan memerintahkan, perwakilan ulama, wasir, dan perwakilan ulubalang menuju keruang penjamuan. Di ruang perjamuan… Para wazir dan uleebalang penasaran dengan tingkah pria misterius itu. Sambil menikmati makan siang, mereka membicarakan tentang lelaki tersebut.

Uleebalang                 : kira-siapa laki-laki itu?
Wasir                         : saya juga kurangtau siapa laki-laki itu.tapi,yang pasti dia mempunyai urusan penting dengan sulthan,
Ulubalang                   : hmmm,begitu,yah sudah lah kita makan saja, makanan ini sangat enak-enak,ada ayam madu ,ayam golek ,dan ayam bakar.sudah lama saya tidak makan makanan seperti ini.
Wasir                         : (menggelengkan kepala)

Tak lama kemudian Sulthan Alaiddin Mahmud Syah keluar dari ruang kerjanya bergabung kembali dengan para wazir dan uleebalan g di ruang jamuan. Setelah mereka menikmati jamuan, rapat kembali dilanjutkan,

Sultan                        : Saya sudah dapat laporan dari Peutua Balei Sisasah Keurajeun bahwa Holanda sudah dapat dipastikan menyerang kerajaan kita ini,”

        Kemudian,para anggota rapat tegang dengan pernyataan sulthan.

Sultan                        : Untuk menghadapi Holanda itu, maka hari ini dalam rapat ini saya akan membentuk kabinet perang,dan yang akan di pimpin oleh Hasyim Banta Muda Kadir Syah .kemudian ,saya akan melantikmu dengan sumpah ini,,,,
Hasyim                       : baik yang mulia. Saya bersumpah, bahwasanya saya sekali-kali tidak mau tunduk di bawah kekuasaan Holanda, dengan menyerah diri takluk di bawah kekuasaan siteru. Maka maka apabila saya dalam surat istimewa ini tunduk dan takluk ke bawah kekuasaan Holanda, maka ke atasnya kutuk Allah sampai pada anak cucuku...”

Di lain pihak hulubalang merasa kecewa karena pemimpin perang diambil dari golonga wasir,bukan dari golongan hulubalang,akhirnya hulu baling membuka pintu dialog dengan belanda.


Pemimpin hulubalang: saye sanget kecewa dengan sulthan, mengape dia lebih memilih wazir itu dibandingkan ..? saye sudah bosan menjadi rakyat kecil yang selalu diperinteh!.
Teungku                     : ya, saye pun merasa kecewa dengan sulthan….. dan juga kita sudah banyak bekerja keras untuk sulthan…… tapi, apa balasannya? Dia hanya mempercayai wazirnya itu…!

Tiba-tiba mereka bertemu dengan jendral belanda

Jendral                      : hay,you kenapa you kelihatan sangat sedih .maukah you bekerja sama dengan I
Hulubalang                 : memang apa untungnya saya bekerja sama dengan kalian ah?

Jendral                      : hay you santai saja?tidak perlu geretak-geretak,jika you bekerja sama dengan I,maka Iakan menjadikan you sebagai pemimpin perang,dan Iakan member I apa yang you inginkan.
Teungku                     : bagaimana wisnu?
Wisnu                         : saye rasa penawaran itu bagus juga kita bisa minta apa saja dari belanda  itu.saye ikut saja dengan kamu,lagi pula saye sudah bosan menjadi rakyat kecil
Teungku                     : oke kalau gitu

Kemudian belanda mengajak parahulubala ke kapal

Belanda                      : oke you sudah setuju dengan perjanjian kita,I ingin Tanya you , kira-kira  apa saja misi sulthan untuk menghadapi perang ini?
Teungku                     : sulthan  memerintahkan kepada rakyat aceh untuk tidak membiarkan satu pun daerah aceh dalam keadaan kosong.
Belanda                      : oh begitu, baiklah kalian jagalah daerah di pesisir Pante Ceureumen, dan jangan biarkan seorang pun ikut dengan kalian.
Teungku dan wisnu   : baiklah.

Kemudian rencana mereka berjalan lancer, belanda memasuki daerah pesisir pante ceureumen dan hulubalang pura-pura kalah terhadap belanda. Berita kekalahan hulubalang diketahui oleh sulthan. Di istana kerajaan

Kemulhyati                : wahai baginda, maafkan hamba sebuah peristiwa buruk telah terjadi pada pasukan ulebalang di daerah pante ceureumen, mereka kalah terhadap belanda.
Sultan                        : Seperti yang kuduga peristiwa ini akan tejadi.
Wasir                         : wahai baginda, apakah yang dimaksud baginda?
Sultan                        : wahai wazir, pergilah kau bersama panglima perang yang sebanyak-banyaknya, untuk menyerang pasukan belanda.
Wazir                         : baiklah baginda, titahmu akan hamba laksanakan

Wazir pun berangkat bersama panglima perang.

Wazir                         : hai holanda mengapa kalian tidak jerah-jerahnya menyerang kerajaan kami?
Jendral                      : kami tidak akan menyerah sampai kami dapat menguasai kerajaan aceh. Jangan kalian kira kami ini orang lemah.
Wazir                         : baiklah apa yang kalian inginkan?
Jendral                      : kami ingin menguasai kerajaan aceh!
Wazir                         : jikalau begitu, langkahi dulu mayat kami!
Jendral                   : bagaiman mungkin kalian bisa mengalahkan kami? Sementara kalian hanya dua orang!
Wazir                         : oh, ya! Pasukan! Seraang!!

Akhirnya perang dimenangkan oleh pasukan aceh dan jendral belanda berhasil ditangkap. Di istana kerajaan.

Sultan                        : hei! Holanda! Aku tahu kalian pasti di kalahkan, dan hari ini kalian akan menemui ajalmu.
Jendral                      : hay you sultan! apakah you tau kalau pasukan hulubalang telah berkhinat pada you?
Sultan                        : itu semua sudah aku ketahui geliak dari hulubalang, dan sekarang adalah hari pemenggalang kepala kamu dan penghianat hulubalang.
Hulubalang                : baginda ….ampuni kami baginda, kami khilaf
Sultan                        : aku sudah murka, kalian kaum sahabat karib Holanda, panglima perang bunuhlah pengkhianat negeri walau siapa sekalipun. Ingat yang musuh tetap musuh…”
Panglima perang        : Baiklah baginda, titah mu akan ku laksanakan!

Akhirnya ,holanda dan hulubalang meninggal dengan cara di penggal.



Monday, 1 February 2016

MENGEVALUASI PERANG MELAWAN PENJAJAHAN KOLONIAL HINDIA BELANDA


1.PERANG TONDANO
“Perang Tondano yang terjadi pada 1808-1809 adalah perang yang melibatkan orang Minahasa di Sulawesi Utara dan pemerintah kolonial Belanda pada permulaan abad XIX. Perang pada permulaan XIX ini terjadi akibat dari implementasi politik pemerintah kolonial Hindia Belanda oleh para pejabatnya di Minahasa, terutama upaya mobilisasi pemuda untuk dilatih menjadi tentara”  
a.Perang Tondano I
Sekalipun hanya berlangsung sekitar satu tahun perang tonando di kenal dalam dua tahap. Perang Tondono I terjadi pada masa kekuasaan VOC. Pada saat datangnya bangsa barat orang – orang spanyol sudah sampai di tanah Minahasa (Tondono) Sulawesi Utara. Orang-orang spanyol disamping berdagang juga menyebarkan agama Kristen. Tokoh yang berjasa dalam penyebaran agam kristen di tanah minahasa adalah Fransiscus Xaverius. Hubungan dagang orang minahas dan spanyol terus berkembang. Tetapi mulai abad XVII hubungan dagang antara keduanya mulai terganggu dengan kehadiran para pedagang VOC. Waktu itu VOC telah berhasil menanamkan pengaruhnya di ternate. Bahkan gubernur Ternate bernama simon cos mendapatkan kepercayaan dari batavia untuk membebaskan minahasa dari pengaruh spanyol. Simon cos kemudian menempatkan kapalnya di selat lembeh untuk mengawasi pantai timur minahasa. Para pedagang spanyol dan juga makasar yang bebas berdagang mulai tersungkir karena ulah VOC. Apalagi waktu itu spanyol harus meninggalkan kepulauan indonesia untuk menuju filipina.
~~~~~~~~ kamu ingat peristiwa apa yang menyebabkan spanyol harus pergi dari indonesia dan menuju ke filipina?
VOC berusaha memaksakan kehendak agar orang-orang minahasa menjual berasnya kepada VOC. Oleh karena itu VOC sangat membutuhkan beras untuk melakukan monopoli perdagangan bebas di sulawesi utara. Orang-orang minahasa menentang usaha monopoli tersebut. Tidak ada pilihan lain bagi VOC kecuali memerangi orang-orang minahasa. Untuk melemahkan orang-orang minahasa, VOC membendung sungai temberan. Akibatnya aliran sungai meluap dan menggenangi tempat tinggal rakyat dan para pejuang minahasa. Orang-orang minahasa kemudian memindahkan tempat tinggalnya di danau Tondono dengan rumah-rumah apung. Pasukan VOC kemudian mengepung kekuatan orang-orang Minahasa yang terpusat di danau Tondono. Simon Cos kemudian memberikan ultimatum yang isinya antara lain : (1) orang-orang Tondano harus menyerahkan para tokoh pemberintak kepada VOC, (2) orang-orang Tondano hrus membayar ganti rugi dengan menyerahkan 50-60 budak sebagai ganti rugi rusaknya tanaman pdi karena genangan air sungai temberan. Ternyata rakyat Tondano bergeming dengan ultimatum VOC tersebut. Simo Cos sangat kesal karena ultimatumnya tidak berhasil. Pasukan VOC akhirnya ditarik mundur ke manado. Setelah itu rakyat tondano menghadapi masalah dengan hasil pertanian yang menumpuk, tidak ada yang membeli. Dengan terpaksa mereka kemudian mendekati VOC untuk membeli hasil-hasil pertaniannya. Dengan demikian terbukalah tanah minahasa oleh VOC. Berakhirlah Perang Tondano I. Orang-orang Minahasa itu kemudian memindahkan perkampungannya di danau tondano ke perkampungan baru di daratan yang di beri nama Minawanua (ibu negeri).
~~~~~~~~~coba perhatikan dan renungkan isi ultimatum VOC yang kedua. Orang-orang tondano disuruh membayar ganti rugi kerusakan tanaman padi akibat tergenang luapan air sungai temberan. Sungguh licik VOC karena yang menyebabkan kerusakan tetapi kerugiannya disuruh menanggung rakyat tondano. Ingat! Kelicikan Belanda ini akan terus berlangsung selama menjajah Indonesia.



b.     Perang Tondano II
Perang Tondano II sudah terjadi ketika memasuki abad ke-19, yakni pada masa pemerintahan kolonial belanda. Perang ini di latarbelakangi oleh kebijakan Gubernur Jendral Deandels yang mendapat mandat untuk memerangi Inggris, memerlukan pasukan dalam jumlah besar. Untuk menambah jumlah pasukan maka direkrut pasukan dari kalangan pribumi. Mereka yang dipilih adalah dari suku-suku yang memiliki kebernian berperang. Beberapa suku dianggap memiliki keberanian adalah orang-orang Madura, Dayak dan Minahasa. Atas perintah deandels melalu Kapten Hartingh, Residen Manado Prediger segera mengumpulkan para Ukung.(Ukung adalah pemimpin dalam suatu wilayah watak atau daerah setingkat distrik). Dari Minahasa di terget untuk mengumpulkan calon pasukan sejumlah 2000 orang yang akan di kirim ke Jawa. Ternyata orang-orang Minahasa umumnya tidak setuju dengan program deandels untuk meregrut pemuda-pemuda minahasa sebagai pasukan kolonial. Banyak di antara para ukung mulai meninggalkan rumah. Mereka justru ingin mengadakan perlawanan terhadap kolonial Belanda. Mereka memusatkan aktifitas perjuangannya di Tondano, Minawanoa. Salah seorang pemimpin berlawanan itu adalah Ukung Lonto ia menegaskan rakyat minahasa harus melawan kolonial belanda sebagai bentuk penolakan terhadap program pengiriman 2000 pemuda minahasa ke jawa serta menolak kebijakan klonial yang memaksa agar rakyat menyerahkan beras secara Cuma-Cuma kepada belanda.
Dalam suasana yang semakin kritis itu tidak ada pilihan lain bagi Gubernur Prediger kecuali mengirim pasukan untuk menyerang pertahanan orang-orang minahasa di tondano, minawanua. Belanda kembali menerapkan strategi dengan membendung sungai temberan. Prediger juga membentuk 2 pasukan tangguh. Pasukan yang satu disiapkan dari danau tondano dan pasukan yang lain menyerang minawanua dari darat. Tanggal 23 oktober 1808 pertempuran mulai berkobar. Pasukan belanda yang berpusat di danau tondano berhasil melakukan serangan dan merusak pagar bambu berduri yang membatasi danau dengan perkampungan minawanua, sehingga menerobos pertahanan orang-orang minahasa di minawanua. Walaupun sudah malam para pejuang tetap dengan semangat yang tinggi terus bertahan dan melakukan perlawanan dari rumah ke rumah.pasukan Belanda merasa kewalahan. Setelah pagi hari tanggal 24 oktober 1808 pasukan belanda dari darat membombardir kampung pertahanan Minawanua. Serangan terus di lakukan belanda sehingga kampung itu seperti tidak ada lagi kehidupan. Pasukan prediger mulai mengendorkan serangannya. Tiba-tiba dari perkampungan itu orang-orang tondano muncul dan menyerang dengan hebatnya sehingga beberapa korban berjatuhan dari pihak belanda. Pasukan Belanda terpaksa di tarik mundur. Seiring dengan itu sungai temberan yang di bendung mulai meluap sehingga mempersulit pasukan belanda sendiri. Dari jarak jauh belanda terus menghujani meriam ke kampung minawanua, tetapi tentu idak efektif. Begitu juga swrangan yang dari danau tidak mampu mematahkan semangat jaung orang-orang tondano, Minawanua. Bahkan terpetik berita kapal Belanda yang paling besar tenggelam di danau. Perang Tondano II berlangsung cukup lama,bahkan sampai agustus 1809. Dalam suasana kepenatan dan kekurangan makananan mulai ada kelompok pejuang yang memihak kepada belanda. Namun dengan kekuatan yang ada para pejuang tondano terus memberikan perlawanan. Akhirnya pada tanggl 4-5 Agustus 1809 benteng pertahanan moraya milik para pejuang hancur bersama rakyat yang berusaha mempertahankan. Para pejuang itu memilih mati dair pada menyerah.
~~~~~~~~~~~~sungguh luar biasa perlawanan rakyat minahasa, yang telah mati-matian mempertahankan kedaulatannya. Coba pelajaran apa yang dapat kamu peroleh setelah diajar tentang sejarah perang tondano tersebut.

2.Pattimura Angkat Senjata
Maluku dengan rempah-rempahnya memang bagaikan” mutiara dari timur “, yang senantiasa di buru oleh orang-orang barat. namun kekuasaan orang-orang barat telah merusak tata ekonomi dan pola perdagangan bebas yang telah lama berkembang di nusantara. Pada masa pemerintahan inggris di bawah raffles keadaan Maluku relatif lebih tenang karena Inggris bersedia membayar hasil bumi rakyat maluku. Kegiatan kerja rodi mulai di kurangi. Bahkan para pemuda maluku juga di beri kesempatan untuk bekerja pada dinas angkatan perang Inggris. Tetapi pada masa pemerintahan kolonial hindia belanda, keadaan kembali berubah. Kegiatan monopoli di Maluku kembali di perketat. Dengan demikian beban rakyat semakin berat. Sebab selain penyerahan wajib, masih juga harus di kenai kewajiban kerja paksa, penyerahan ikan asin, dendeng, dan koki. Kalau ada penduduk yang melanggar kan ditindak tegas. Di tambah lagi dengan desas desus bahwa para guru akan di berhentikan untuk penghematan, para pemuda akan dikumpulkan akan di jadikan tentara di luar maluku, di tambah dengan sikap arogan residen saparua.hal ini sangat mengecewakan rakyat maluka.
Menanggapi kondisi yang demikian para tokoh dan pemuda maluku melakukan serangkaian pertemuan rahasia.sebagai contoh telah di adakan petemukan rahasia di pulau haruku, pulau yang di huni orang-orang islam. Selanjutnya pada tanggal 14 mei 1817 di pulau saparua ( pulau yang di huni orang-orang kristen ) kembali di adakan pertemuan di sebuah tempat yang sering di sebut hutan kayu putih. Dalam berbagai pertemuan itu di simpulkan bahwa rakyat maluku tidak ingin terus menderita di bawah keserkahan dan kekejaman belanda. Oleh karena itu, perlu mengadakan perlawanan untuk menentang kebijakan belanda. Residen saparua harus di bunuh. Sebagai pemimpin perlawanan di percayakan kepada pemuda yang bernama thomas matulessy. Yang kemudian terkenal dengan gelarnya patimura. Thomas matulesy pernah bekerja pada dinas angkatan perang inggris.
Gerakan dimulai dengan menghancurkan kapal-kapal belanda dipelabuhan. Para pejuang maluku kemudian menuju benteng duurtstede. Ternyata di benteng itu sudah berkumprl pasukan belanda. Dengan demikian terjadilah pertempuran antara para pejuang maluku melawan pasukan belanda. Belanda waktu itu dipimpin oleh presiden  van den berg. Sementara dari pihak para pejuang kecuali pattimura juga tampil tokoh-tokoh seperti christina martha tiahahu,thomas pattiwail, dan lucas latumahina. Para pejuang maluku dengan sekuat tenaga  mengepung benteng duurstede,dan tidak begitu menghiraukan tembakan-tembakan meriam yang dimuntahkan oleh serdadu belanda dari dalam benteng. Sementara senjata para pejuang maluku masih sederhana seperti pedang dan keris. Dalam waktu yang hampir bersamaan para pejuang maluku satu persatu dapat memanjat dan masuk kedalam benteng. Residen dapat dibunuh dan benteng duurstede dapat dikuasai oleh para pejuang maluku. Jatuhnya benteng duurstede telah menambah semangat juang para pemuda malukuuntuk terus berjuang dan melawan belanda.
Belanda kemudian mendatangkan bantuan dari ambon. Datanglah 300 prajurit yang dipimpin oleh mayor beetjes. Pasukan ini kawal oleh kapal nassau dan kapal evertsen. Namun bantuan ini dapat digagalkan oleh pasukan pattimura,bahkan mayor beetjes. Kembali kemenangan ini semakin menggelorakan perjuangan para pejuang diberbagai tempat seperti di seram, hitu,maluku,dan larike. Selanjutnya pattimura memusatkan perhatian untuk menyerang benteng zeenlandia dipulau haruku. Melihat gelagat pattimura itu maka pasukan belanda dibenteng ini dipekuat oleh komandannya groot. Patroli juga terus dirketat. Oleh karena itu, pattiura gagal menembus benteng zeelandia.
Upaya perundingan mulai ditawarkan, tetapi tidak ada kesepakatan. Akhirnya belanda mengerahkan semua kekuatannya termasuk bantuan dari batavia untuk merebut kembali benteng duurstede. Agustus 1817 saparua diblokade,benteng duurstede dikepung yang disertai tembakan meriam yang bertubi-tubi. Satu-persatu perlawanan diluar benteng dapat dipatahkan. Daerah di kepulauan itu jatuh kembali ke tangan belanda. Dalam kondisi yang demikian itu pattimura memerintahkan pasukannya meloloskan diri dan meninggalkan tempat pertahanannya. Dengan demikian benteng duurstede berhasil dikuasai belanda kembali. Pattimura dan pengikutnya terus melawan dengan gerilya. Tetapi bulan November beberapa pembantu pattimura tertangkap seperti kapitten paulu tiahahu.(ayah Christina Tiahahu).yang kemudian dijatuhi hukuman mati. Mendengar peristiwa ini christina martha tiahahu maran dan segera pergi ke hutan untuk bergerilya. Belanda belum puas sebelum dapat menangkap pattimura. Bahkan belanda mengumumkan kepada siapa saja yang dapat menangkap pattimura akan diberi 1.000 gulden. Setalah enam bulan memimpin perlawanan, akhirnya pattimura tertangkap. Tepat pada tanggal 16 desember 1817 Pattimura dihukum gantung di alun-alun kota ambon. Christina Martha Tiahahu yang berusaha melanjutkan perang gerilya akhinya juga tertangkap. Ia tidak dihukum mati tetapi bersama 39 orang lainnya dibuang ke jawa sebagai pekerja rodi. Di kapal Christina Martha Tiahahu tidak mau makan dan buka mulut. Ia jatuh sakit dan meninggal pada tanggal 1 Januari 1818. Jenazahnya dibuang ke laut. Dengan itu berakhirlah perlawanan Pattimura.


3.Perang Padri
Perang Padri terjadi di tanah Minangkabau, Sumatra Barat tahun 1821-1827 perang ini terjadi karena adanya pertentangan antara kaum padri dengan kaum adat , pertentangan tersebut telah menjadi pintu masuk bagi campur tangan belanda, di sana terdapat tiga orang ulama yaitu H.miskin,H.sumanik, dan H.piabang. ulama tersebut di senut orang-orang yang melakukan gerakan pemurnian di minangkabau dengan nama kaum padri.
Tahun 1821 pemerintah hindia belanda mengangkat james du pui sebagai residen minangkabau pada masa itu dia mengadakan perjanjian persahabatan dengan tokoh adat. Dengan perjanjian ini beberapa daerah kemudian di duduki oleh belanda. Perang padri meletus karena masa itu belanda menempatkan dua meriang dan 100 orang serdadu belanda yng di tentang keras.
·         Fase Pertama(1821-1825)
Di mulai bulan september 1821 pos pos Simawang menjadi sasaran serbuan Kaum Padri. Kemudian tuanku pasangan mengerakkan sekitar 20.000-25.000 pasukan. Pasukan padri masa itu masih menggunakan senjata tradisionl sedangkan pasukan belanda menggunakan persenjataan yang lengkap dan modern. Di pihak keduanya banyak kehilangan pasukan.belanda mendirikan benteng di batu sangkar yng terkenal dengan sebutan front van der Capellen. Perlawanan tersebut muncul di berbagai tempat namun dengan memusatkan perjuangan di lintau dan tuanku nan renceh menjadi pemimpin. September 1822 kaum padri berhasil mengusir belanda dan 1823 pasukan padri berhasil mengalahkan belanda kemudian belanda mengambil strategi damai, 26 januari 1824. Perdamaian terseut di manfaatkn kaum padri untuk menduduki daerah-daerah lain, namun belanda menolak. Dan itu menimbulkan amarah kaum padri. Kemudian tuanku imam bonjol menggerakkan kembali semangat melawan belanda.

·         Fase kedua (1825-1830)
Pada tahun 1825-1830 di gunakan belanda untuk sedikit mengendorkan ofensifnya dalam perang padri. Upaya damai di usahakan sekuat tenaga. Kolonel de Stuers penguasa sipil militer di Sumatra Barat berusaha mengadakan kontak dengan tokoh-tokoh kaum padri, namun tidak dihiraukan. Belanda dengan kelicikannya kemudian belanda meminta bantuan Sulaiman al Jufri untuk mendekati dan membujuk para pemuka kaum padri. Imam bonjol menolak tapi Tuanku Lintau menerima hali ini juga di dukung Tuanku Nan Renceh. Tangal 15 november 1825 ada perjanjian padang yang berisi
a.       Belanda mengakui kekuasaan pemimpin padri di Batu Sangkar, Saruaso, Padang Guguk Sigandang, Agam, Bukit Tinggi dan menjamin pelaksanan sistem agama di daerahnya
b.      Kedua belah pihak tidak akan saling menyerang
c.       Kedua pihak akan melindungi para pedagang dan orang-orang yang sedang melakukan perjalanan
d.      Secara bertahap belanda akan melarang praktik adu ayam.

·         Fase ketiga(1830-1837/1838)
Pada fase ini kaum padri mendapatkan simpati dari kaum adat yang menyebabkan kekuatan para pejuang  di sumatra barat meningkat. Kaum padri dari bukit kamang berhasil memutuskan saran komunikasi belanda di tanjung alam dan bukit tinggi. Tindakan itu di jadikan gillavry untuk menyerang koto tuo di ampek angkek. Tahun 1831 gillavry di gantikan oleh jacob elout yang mendapat pesan dari jenderal van den bosh melaksanakan serangan besar-besaran.
Enout setelah menguasai batipuh ditujukan ke benteng marapalam. Dengan bantuan dua orang padri yang berkhianat pada tahun 1831 agustus belanda berhasil menguasai benteng marapalam. Dengan begitu beberapa nagari di sekitarnya ikut menyerah.
Tahun 1832 belanda meningkatkan ofensif pada kekuatan kaum Padri. Pada tahun 1833 kekuatan belanda sudah begitu besar. Belanda melakukan penyerangan pada pos pos pertahanan kaum padri.banuhampu, kamang, guguk sigandang, tanjung alam, sungai kuar, candung dan nagari di agam. Penyerangan guguk sigandang merupakan catatan hitam dengan penyembelihan dan penyincangan terhadap tokoh-tokoh kaum padri sekaligus mereka yang dicurigai sebagai pendukung padri. Penyerbuan kamang mendapat perlawanan sengit namun berhasil dimenangkan belanda, dalam penyerbuan itu banyak korban dan ditangkapnya tuanku nan cerdik.
Van den Bosch menerapkan strategi winning the heart pada masyarakat pajak pasar dan pajak lain. dan pajak lain di hapuskan. Penghulu yang kehilangan penghasilan diberi gaji 25-30 golden, para kuli juga diberi gaji 50 sen perhari. Elout digantikan oleh E. Francis kemudian dikeluarkan plakat panjang. Plakat panjang yaitu pernyataan yang isinya tidak akan ada lagi peperangan antara belanda dan kaum padri. Setelah pasukan tuanku nan cerdi dapat dihancurkan kemudian digantikan oleh tuanku imam bonjol. Tahun 1834 belanda memusatkan menyerang pasukan imam bonjol. Tanggal 16 juni 1835 benteng bonjol dihujani meriam. Tahun 1835 agustus benteng perbukitan dekat bonjol di kuasai belanda. Pada saat itu imam bonjol ingin berdamai tapi belanda tidak memberi jawaban justru semakin ketat mengepung pertahanan di bonjol.tahun 1836 benteng bonjol dapat di pertahankan tetapi satu persatu pemimpin padri di tangkap yang kemudian melemahkan pertahanan pasukan padri.bulan oktober 1837 belanda mengepung benteng bonjol. Tanggal 25 oktober 1837 imam bonjol di tangkap di buang ke cianjur jawa barat, Tanggal 19 januari 1839 ia di buang ke ambon, dan tahun1841 di pindah ke manado dan meninggal pada tanggal 6 november 1864.


Kumpulan ceramah ustadz Abdul Somad Lc Ma

Berikut video ceramah ustadz Abdul Somad Lc Ma Semoga menjadi motivasi dan bermanfaat  Hukum membaca Al-Qur'an digital di hp tanpa berwu...